Food Preparation

Setiap keluarga pasti akan memikirkan food preparation agar kebutuhan makan anggota keluarga bisa terpenuhi dengan baik. Selama ini di kami juga demikian. Sebagai working mom dengan empat anak, dan tanpa khadimat, tentu saja urusan pasokan makanan harus dipikirkan dengan cermat dan cerdas agar efisien. Tapi kadang kita menghadapi kenyataan bahwa apa yang sudah kita lakukan itu hasilnya masih belum memuaskan. Disitulah harus mulai dipikirkan untuk improve food preparation kita agar lebih baik.

Mulai deh nyari-nyari referensi bagaimana caranya arrange food preparation yang lebih baik lagi. Banyak dapat referensi dari youtube. Intinya sih akan lebih efisien jika kita udah mempersiapkan bahan-bahan untuk menu harian, dengan sedetil-detilnya. Selama ini yang jadi perhatian hanya bahan utama saja. Jadi kalo misalnya besok mau masak sayur lodeh, ya cuman sayurnya aja yang dipersiapkan, bumbunya dibikin dadakan. Padahal nyiapin bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya juga makan waktu.

Food Preparation

Akhirnya sekarang mulai dirubah kebiasaannya. Tiap kali habis belanja, sebelum disimpan dalam deep freezer, sudah harus dibungkusin kecil-kecil untuk seporsi masak. Bumbunya juga demikian, langsung dipersiapkan sekalian, baik dalam bentuk utuh untuk nanti diblender atau dalam bentuk rajangan, kemudian dibekukan. So far beberapa hari ini cara tersebut bisa menghemat waktu.

Satu hal lagi yang pengen dihemat waktunya adalah rutunitas bikin kue. Selama ini perlu waktu antara 15 –  30 menit untuk bikin kue. Sekarang sedang uji coba, bikin kue secara maraton di hari libur, dengan jenis kue yang bermacam-macam, untuk kemudian dibekukan. Jadi nanti kalo kue tersebut mau dibawa ke sekolah untuk bekal, tinggal ngeluarin dari freezer.  Ntar kita lihat beberapa hari kedepan, apakah kue tersebut tetap memiliki cita rasa yang sama dengan versi fresh from the ovennya, ketika dikeluarin dari freezer.

Into the depth

Oya…tadi di atas ada disebut deep freezer. Deep freezer itu nama lain dari chest freezer, freezer bukaan atas yang biasanya digunakan untuk jualan es krim dan frozen food. Aku lebih memilih menggunaka deep freezer untuk food preparation daripada kulkas yang umum dipake orang lain. Ntar deh dijelasin alasannya.

So, let’s wait about a couple of days for that frozen cakes to be tested…

***

Dian Widyaningtyas for Fluffy Sensations

Friday, July 7th, 2017

Advertisements

I’ve Been Away too Long

Yep…surely I can never leave it. I’m just trying to find a way so it doesn’t hurt me so much  when I get back to my online business. This online business always reminds me of belahan jiwa. That’s why it hurts me so much to get back to it.

October 11, 2015…that’s the last time I wrote on this blog. Udah setahun lebih ternyata. We never realized how time flies so fast. And suddenly we’re end up with nothing. Betapa meruginya….

where-did-the-time-go

Memang ya, untuk hobiku yang satu ini, yaitu menulis, sering dikalahkan oleh kegiatan lain yang aku pikir lebih urgent untuk dilakukan. Atau kalau pun sedang tidak sibuk, hobi tersebut lebih sering dikalahkan oleh rasa malas. Padahal materi untuk blog ini banyak, baking jalan terus, tapi ya itu tadi….sok sibuk dan malesnya nggak ketulungan.

And…..untuk menghindari wasting time, end up with nothing, etc…etc….mulai diniatin rajin nulis lagi deh, baik di blog ini yang khusus posting tentang hobi bakingku, maupun di blog-blogku yang lain. Anyway busway….ada yang ngasih wacana untuk menghidupkan kembali bisnis onlineku. Yep…surely I can never leave it. I’m just trying to find a way so it doesn’t hurt me so much  when I get back to my online business. This online business always reminds me of belahan jiwa. That’s why it hurts me so much to get back to it. But I’ll know when I’ll be ready for it.

***

Dian Widyaningtyas for Fluffy Sensations

Sunday afternoon, November 27, 2016

Pict was taken from Google

Cokelat Yang Tak Cokelat

Sepertinya aku mulai dijangkiti syndrom yang aneh. Dan aku tidak menyadari mulai kapan syindrom tersebut menyerangku. Anehnya pula, aku sangat tidak keberatan dengan syndrom tersebut, bahkan ada rasa hm….entahlah tak bisa kuungkap dengan kata-kata saat ini. Lebay ah… Bukan apa-apa, aku tak bisa menemukan istilah yang tepat untuk menggambarkan apa yang kurasakan sedangkan di sisi lain, kenginan untuk nulis tiba-tiba saja membuncah begitu derasnya. Jadi daripada nulisnya terhambat hanya gara-gara mencari istilah yang tepat tadi, mending aku nyerocos eh lanjut nulis aja hehehe.

Aku sedang merada puluhan kilometer dari rumah, tepatnya berada di kampung halaman, untuk menghabiskan weekend bersama anak-anak dan keluarga. Malam tadi anak-anak ngajakin jalan ke pusat belanja yang jaraknya beberapa kilometer dari rumah orang tuaku. Alasan si sulung karena bosan berdiam diri di rumah terus. Anak-anak sudah menentukan tujuannya sedangkan aku sendiri seperti biasa, paling malas kalau disuruh keluar rumah. Akhirnya berangkat juga kami sesuai request anak-anak.
Pusat belanja yang katanya terbesar di kotaku sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tempat-tempat belanja yang berada di sekitar rumah kami di Sidoarjo. Tapi lumayan juga item yang mereka jual. Ada pusat permainan dan pujasera juga. Jadi ketika mama belanja, anak-anak bisa menghabiskan waktu dengan bermain, sedangkan bapaknya bisa kongkow-kongkow di pujasera.
Aneka Compound Chocolate

Aneka Compound Chocolate

Saat anak-anak memilih cemilan kesukaan mereka, aku langsung menuju ke tempat bahan-bahan kue dan aneka loyang. Inilah yang di awal tulisan tadi kubilang syndrom yang aneh. Tiap kali ke toko, yang kutuju selalu dua hal itu; bahan-bahan kue dan aneka loyang. Just incase ada yang belum kumiliki di rumah. Untuk bahan kue, aku memang nyetok aneka bahan kue sehingga tiap kali aku ingin membuat kue apa saja, bahan-bahannya sudah tersedia di rumah. Loyang pun begitu, karena oven gas di rumah sekarang ukurannya lumayan besar, maka aku lebih bisa dengan leluasa mengalikan resepnya menjadi sekian resep dalam sekali pembuatan. Maka tak heran jika aku rajin mengoleksi aneka loyang.
Di pusat belanja yang kukunjungi tadi malam, aku menemukan compound chocolate aneka warna. Sebenarnya di rumah masih ada beberapa bungkus dengan warna pink, white dan dark chocolate dari merk Colatta. Tapi yang membuatku tertarik adalah warna orange. Aku udah ngebayangin untuk memadukannya dengan stok jeruk lemon di rumah dan menjadikannya sebuah brownies berwarna kuning dan bercita rasa lemon yang segar. Jarang-jarang kan ngelihat brownies berwarna kuning? Karena brownies coklat sudah terlalu mainstream deh hehehehe….
So ditunggu ya penampakan brownies lemonnya di blog ini.
***
Dian Widyaningtyas
For Fluffy Sensations
Sunday Afternoon, October 11th, 2015