Bolu Kukus

Siapa yang tidak mengenal bolu kukus? Tiap kali melihat bolu kukus, ingatanku selalu kembali ke masa kecilku. Waktu itu ibu sesekali memanggil tukang kue yang menawarkan dagangannya dengan berkeliling naik sepeda angin. Ya, ibu hanya sesekali saja memanggilnya dan membiarkan anak-anaknya memilih kue sesuka hati dan itu biasanya pas tanggal muda setelah ayah terima gaji, karena tukang kue tersebut menjual kue dengan harga yang relatif mahal bagi ayah yang waktu itu masih menjadi pegawai berpangkat rendah di sebuah kantor pemerintahan.

Penjualnya sudah tua, postur tubuhnya kecil dan kurus. Dagangannya ditaruh dalam kotak alumunium bercat warna hijau yang bentuknya mirip dandang klakat. “Sumber Rasa” itu yang tertulis di kotak dagangannya. tulisan tersebut berwarna kuning. Tiap kali ibu memanggilnya, aku dan adikku begitu girang dan tak sabar menunggu dia menghentikan sepedanya tepat di depan teras rumah kontrakan kami. Begitu penutup kotak dagangannya dibuka, wow !!! hati kami girang sekali melihat aneka kue yang baunya harum dan menggugah selera. Rasanya aku ingin mengambil semua jenis kue yang dia jual dan memindahkannya ke lemari makan ibu yang terbuat dari kayu jati itu. tapi tentu saja itu tak mungkin aku lakukan. Ibu pasti tidak bisa membayarnya jika kue-kue tersebut kuambil semua. Biasanya aku hanya mengambil lumpia dan bolu kukus. Aku suka sekali makan bolu kukus. Aku suka dengan warnanya yang putih tulang dan senyumnya yang merekah dengan dihiasi aneka warna. Biasanya aku memakannya dengan mencelupkan bolu kukus tersebut ke dalam teh hangat manis.

Ketika aku mulai menyukai dunia perbakingan, membuat bolu kukus dengan sukses adalah salah satu obsesiku. Kata orang bikin bolu kukus tuh gampang-gampang susah. Kelihatannya gampang, tapi kalau pas apes dan kena kutukan, maka bolu kukus tersebut cemberut nggak mau ketawa. Beberapa kali browsing mencari resep bolu kukus yang gampang, akhirnya ketemu resepnya di cookpad.

Resep Bolu Kukus

Bahan :

  • 2 butir telur ayam berukuran besar
  • 150 gram gula pasir
  • 1 sdt emulsifier
  • 1/4 sdt garam halus
  • 1/2 sdt vanili
  • 250 gram tepung terigu protein sedang
  • 200 ml air soda rasa lime

Cara :

  1. Panaskan steamer. Bungkus tutupnya dengan menggunakan serbet makan.
  2. Kocok gula, telur, emulsifier, vanili dan garam dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi.
  3. Masukkan tepung terigu dan air soda bergantian sambil terus dikocok dengan kecepatan tinggi hingga adonan mengembang dan kental.

    kocok sampai kental

    kocok sampai kental

  4. Ambil sedikit adonan untuk toping dan beri warna sesuai selera.

    tambahkan pewarna sesuai selera

    tambahkan pewarna sesuai selera

  5. Sendokkan adonan dengan menggunakan ice cream scoop dan masukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang sudah dialasi cup paper. Tuang sedikit adonan yang berwarna dan aduk perlahan di perukaannya saja

    Adonan dalam cetakan

    Adonan dalam cetakan

  6. Masukkan ke dalam steamer. Kukus selama 10-15 menit sampai matang
    Bolu kukus yang sudah matang

    Bolu kukus yang sudah matang

    merekah sempurna

    merekah sempurna

    Cantiknya...

    Cantiknya…

    Percobaan kedua

    Percobaan kedua

    merekah juga dengan sempurna

    merekah juga dengan sempurna

    yummy !

    yummy !

Begitu test pertama alhamdulillah langsung sukses. Test berikutnya juga sukses merekah dengan sempurna. Akhirnya sekarang nggak tertarik untuk beli bolu kukus di luaran. Udah bisa bikin sendiri sih.

***

Dian Widyaningtyas 

For Fluffy Sensations

June 19th, 2015

Pandan Cake

Membuat cake dengan menggunakan loyang besar tuh kadang bikin harap-harap cemas saat menunggu cakenya matang. Kenapa bisa begitu? Soalnya ada rasa was-was jangan-jangan cakenya bantat, atau cakenya amblas sesaat setelah dikeluarkan dari oven, dan bayangan-bayangan kegagalan lainnya. Modal telur dan margarinnya lumayan banyak. Makanya sayang banget kan kalau cakenya sampai gagal. Tapi kalau kita takut gagal,  kapan bisa belajar dong dong?

Beberapa waktu lalu aku belajar bikin Pandan Cake. Pandan sudah sangat akrab dengan kehidupan kita. Aromanya yang wangi sering dihadirkan dalam jajaran kuliner tradisional kita. Daunnya pun sering dimanfaatkan untuk pembungkus kue-kue tradisional. Atau sekedar dirajang halus dan ditempatkan pada sebuah mangkok agar wangi pandannya menguar mengharumkan seluruh ruangan. Pandan biasanya selalu perdampingan dengan daun suji yang akan memberikan warna hijau yang cantik pada makanan. Jadi daun pandan dimanfaatkan harumnya, dan daun suji dimanfaatkan untuk pewarna alaminya. Tapi untuk resep Pandan Cake yang kubuat ini, aku memakai pasta pandan yang dijual di supermarket. Alasannya sih karena mencari gampangnya saja.

Pandan Cake

Pandan Cake

Pandan Cake Recipe

Ingredients :

110 gram gula pasir

2 butir kuning telur

4 butir telur

1 tsp SP

1 tsp garam halus

100 gram tepung terigu protein sedang

1 tsp baking powder

10 gram susu bubuk

15 gram tepung maizena

75 gram margarin dilelehkan

1 tbsp pasta pandan

Instructions : 

  1. Olesi loyang tulban dengan margarin dan taburi dengan tepung terigu. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celcius dengan api bawah.
  2. Kocok gula, telur, SP, dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai kental dan berwarna putih pucat.

    Kocok adonan sampai kental

    Kocok adonan sampai kental

  3. Pada mangkok lain campur tepung terigu, tepung maizena, baking powder, dan susu buku. Aduk perlahan agar tercampur rata.
  4. Turunkan kecepatan mixer, masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit ke dalam adonan telur. Aduk sampai rata.
  5. Matikan mixer, tuangkan lelehan mrgarin ke dalam adonan. Aduk dengan menggunakan spatula.
  6. Tuangkan pasta pandan, kemudian aduk lagi.
  7. Tuang adonan yang sudah jadi ke dalam loyang tulban, kemudian oven selama 40-45 menit hingga matang. Lakukan test tusuk dengan menggunakan lidi untuk memastikan cakenya sudah matang atau belum.
  8. Tunggu sekitar 5 menit, keluarkan cake dari loyang, letakkan diatas rak kawat sampe dingin. Iris sesuai selera.
    Fresh from the oven

    Fresh from the oven

    Pandan cake siap disajikan

    Pandan cake siap disajikan

Tidak seperti Ciffon Cake yang mengembang, Pandan cake ini teksturnya cenderung agak padat tapi tetap lembut. Resepnya simple dan bahan-bahannya juga gampang didapat. Bikin yuk buat keluarga tercinta.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

In the middle of lazy Monday, March 22nd, 2015

Healthy Carrot Muffin

Hari Rabu besok anak-anak yang SMP mau ada kegiatan business day di sekolah. Sudah sejak seminggu yang lalu mereka menginformasikan hal tersebut ke aku. Mereka sudah bertanya-tanya mau jualan apa mereka nanti. Aku juga bingung mau jualan apa yang simple dan nggak bikin repot. Berbagai bahan terlintas di kepala; coklat bubuk, dark cooking chocolate, choco chip, apel, gula palem, kacang sangrai tumbuk kasar, almond iris, susu, telur, hm…..bingung mau bikin apa. Tadi malam waktu buka-buka kulkas, mataku langsung terpaku ke wortel impor yang kusimpan di tempat sayur. A..ha…aku mau bikin sesuatu yang berbahan wortel.

Yang terlintas di kepala sih muffin. Khan emang sedang memperdalam segala sesuatu yang berkaitan dengan muffin. So malam tadi aku coba bikin muffin berbahan wortel. Agak ragu juga sih pas ngebayangin wortel yang notabene dimanfaatkan untuk bikin sayur, atau dimanfaatkan untuk bahan cemilan yang gurih semisal ote-ote, sekarang harus berpadu manis dengan bahan-bahan kue. Aneh nggak sih ntar rasanya? Tapi aku pernah makan Carrot Cake dan rasanya bisa kok berbaur manis dengan bahan-bahan kue yang lain. So, yakin aja deh bakalan nggak aneh rasanya.

Healthy carrot muffin

Healthy carrot muffin

Healthy Carrot Muffin Recipe

Ingredients :

200 gram all purpose flour

100 gram gula pasir

1 sdm baking powder

1 sdt vanili

100 gram wortel diparut kasar (aku menggunakan parutan keju)

1 butir telur

100 ml susu cair

100 ml minyak

Castor sugar untuk taburan

Instructions :

  1. Panaskan oven pada suhu 200 derajat celsius dengan menggunakan api bawah.
  2. Campur tepung, gula, baking powder, dan vanili ke dalam mangkok, aduk rata.
  3. Kocok telur pada mangkok lain, tambahkan susu cair dan minyak ke dalam kocokan telur tersebut.
  4. Masukkan parutan wortel ke dalam campuran tepung
  5. Masukkan kocokan telur ke dalam campuran tepung, aduk perlahan sampai semua bahan tercampur rata.
  6. Cetak ke dalam muffin tin.

    Carrot muffin siap dioven

    Carrot muffin siap dioven

  7. Oven selama 30 menit sampai matang.
  8. Tunggu lima menit sampai muffin dingin dan bisa dikelaurkan dari cetakan. Letakkan di atas rak kawat.

    carrot muffin  fresh from the oven

    carrot muffin fresh from the oven

  9. Taburi dengan gula kastor saat disajikan.

    Carrot muffin with castor sugar

    Carrot muffin with castor sugar

Aku nggak mengira ternyata rasanya enak loh. Anak-anak yang biasanya nggak begitu suka sayur dan awalnya mengernyitkan jidat waktu tahu aku mau bikin muffin berbahan wortel, nggak nolak kok dengan Carrot Muffin ini. Rasa wortelnya nggak dominan, manisnya juga udah pas, nggak kemanisan. Oke deh, bismillah, siap dilaunching di business day hari Rabu besok. Semoga temannya anak-anak pada suka dengan muffin sehat ini. Cobain yuk.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

After lunch time at my office, Tuesday 17th, 2015

Steamed Coconut Milk Cake

Bahasa Indonesianya sih Bolu Kukus Santan. Sengaja dikasih judul dalam bahasa Inggris karena yang baca blogku selain dari Indonesia juga dari manca negara. Metode pengukusan tentunya sesuatu yang asing bagi mereka. Sedangkan di Indonesia, pembuatan kue dengan metode pengukusan sudah sangat lazim. Sebut saja Roti Kukus, Kue Lapis, Proll Tawar, Proll Tape dan sebagainya. Bisa dibilang generasi diatasku lebih familiar dengan metode ini dibanding metode oven. Misalnya untuk resep Macaroni Schotel, ibuku lebih memilih dikukus sedangkan aku lebih suka dioven.

Back to topic, Bolu Kukus Santan ini kubikin hari Kamis tanggal 5 Maret 2015. Jadi ini adalah Late Post. Maklum saja, kadang nggak ada waktu buat sekedar nulis di blog, padahal bahan tulisan sudah ada. Resepnya dapat nyontek dari majalah tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. Nggak PD mau berimprovisasi, takut bantat hehehehe. Bukannya apa-apa, modal telurnya lumayan banyak, makanya sayang banget khan kalau gagal, apalagi kalau sampai panggil-panggil si Gatot alias gagal total.

Bolu kukus santan

Bolu kukus santan

Resep Bolu Kukus Santan

Bahan-bahan :

4 kuning telur

2 putih telur

175 gram gula pasir

1 sdt sp/tbm

130 gram terigu serbaguna

110 ml santan kental

1/4 sdt garam halus

1/4 sdt pasta vanila

Pewarna sesuai selera

1/8 sdt pasta cokelat

Cara Membuat :

  1. Kocok telur, gula pasir, dan sp/tbm sampai mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu sambil diayak dan dikocok perlahan.
  3. Masukkan santan, garam, dan pasta vanila sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Bagi adonan menjadi 4 bagian. 1 bagian biarkan tetap putih, 1 bagian ditambah dengan pasta coklat, dan yang dua bagian beri pewarna sesuai selera masing-masing 3 tetes pewarna.
  5. Tuang bergantian ke dalam loyang tulban yang sudah dioles minyak tipis-tipis. Idealnya resep ini untuk loyang tulban berukuran 20 cm.

    Adonan siap dikukus

    Adonan siap dikukus

  6. Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 20 menit sampai matang.
  7. Jangan lupa untuk membalut tutup steamer dengan serbet bersih agar cairan uap air tidak menetes kebawah dan mengenai adonan yang sedang dikukus.
    Bolu kukus santan fresh from the oven

    Bolu kukus santan fresh from the oven

    Pieces of cakes

    Pieces of cakes

    So flufffy and colorfull

    So flufffy and colorful

Kunci sukses dari Bolu Kukus Santan ini adalah pengocokan dengan menggunakan kecepatan tinggi hingga campuran gula, telur dan emulsifier mengembang dan kental berjejak. Penambahan santan pada adonan menjadikan bolu ini lembut dan moist sehingga nggak “seret” ketika dimakan. Mudah bukan?! Selamat mencoba.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Almost midnight, Wednesday, March 11th, 2015

 

Apple Strudel Muffins

Rencananya sih pengen belajar bikin Apple Strudel. Udah beli apel Manalagi yang ukuran besar, udah pula beli sari apel yang sudah jadi. Semuanya produk asli Malang. Eh ternyata lupa nggak beli raisin, padahal waktu di supermarket udah dipegang-pegang tuh raisin. Kenapa lupa masukin ke keranjang belanja ya?

Akhirnya hari Rabu kemarin hunting resep berbahan apel yang gampang aja. Kali ini aku hunting di All Recipes. Aku lebih suka hunting resep luar negeri karena prinsip para chef sana tuh “keep it simple” cocok banget dengan diriku yang nggak punya banyak waktu tapi tetap pengen bikinin anak-anak home made cake tiap hari.

Resep Apple Strudel Muffins yang kutemukan di All Recipes sederhana banget. Resep aslinya sih muffinnya nanti ada crumb toppingnya. Tapi karena aku males bikin adonan crumbnya, jadi optional aja. Lagi pula anak-anak kurang suka kalau kuenya ada aroma kayu manis.

Apple Strudel Muffins

Apple Strudel Muffins

So this is Apple Strudel Muffins Recipe

Ingredients :

2 cups tepung terigu serbaguna

1 sdt baking powder

1/2 sdt garam halus

1/2 sdt baking soda

1/2 cup butter

1 cup gula

2 butir telur

1 1/4 sdt vanila

1 1/2 cup apel yang sudah dipotong_potong kecil atau setara dengan 1 buah apel Manalagi berukuran besar

Directions :

  1. Panaskan oven dengan suhu 190 derajat celcius. Olesi loyan mufin dengan mentega atau lapisi dengan muffins cup
  2. Campur tepung, baking powder, baking soda dan garam dalam sebuah mangkok
  3. Dalam mangkok lain, kocok butter, gula, dan telur sampai lembut. Tambahkan vanila. Masukkan irisan apel, aduk sebentar. Masukkan adonan tersebut ke dalam campuran tepung. Aduk pelan sampai tercampur rata.
  4. Masukkan adonan ke loyang mufin, oven selama 20 menit sampai matang. Gunakan test tusuk untuk mengetahui apakah mufin sudah matang atau belum. Tunggu lima menit sebelum dikeluarkan dari loyang. Setelah itu dinginkan di atas rak kawat.
Apple Strudel Muffins fresh from the oven

Apple Strudel Muffins fresh from the oven

Apple strudel muffins in small plate

Apple strudel muffins in small plate

Apple Strudel muffins ini baunya harum banget. Tekstur apel di dalamnya menjadi lembut dan membuat adonan mufinnya berasa legit. Mungkin jenis apel yang berbeda akan menghasilkan rasa yang berbeda pula pada mufinnya.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Early morning, March 6th, 2015

Peanut Butter Cake

Nggak hari sekolah, nggak hari libur, anak-anak selalu nanyain “Mama bikin kue apa?” Kalau pas weekend sih biasanya kujawab “Ntar ya, Mama mau istirahat dulu”. Rasanya hanya pas weekend saja aku bisa istirahat. “Kalian tidur dulu gih” kataku kemudian. Aku lebih suka melakukan sesuatu saat sedang sendiri. Ketika anak-anak tertidur, rasanya enjoy banget melakukan sesuatu karena perhatian tidak harus terbagi ke anak-anak.

Setelah melihat-lihat sebentar koleksi resep kue di akun Pinterestku, aku memutuskan untuk membuat Peanut Butter Cake dengan sedikit kumodifikasi bahannya. Aku langsung nyiapin bahan-bahan yang diperlukan. Beberapa bahan kue memang selalu ready stok di rumah sejak aku menyukai dunia baking. Jadi kapanpun aku ingin bikin kue, ya tinggal bikin aja.

Peanut Butter Cake

Peanut Butter Cake

Seperti namanya, Peanut Butter Cake berbahan utama selai kacang. Saat proses pengovenan hampir selesai, harum selai kacang  sudah menguar kemana-mana dan berhasil membangunkan Sulung yang memang kamarnya dekat dengan meja oven. Penampilan Peanut Butter Cake begitu lembut, moist, and fluffy. Pas banget dinikmati di senja yang berhias hujan.

So here the Recipe for Peanut Butter Cake :

Ingredients :

1 cup Milk

2/3 cup Sugar

1/2 cup Peanut butter

1/2 cup Butter

2 Eggs

1 3/4 cup Flour

1 tbsp Baking Powder

1 tsp Salt

Instructions :

  1. Panaskan oven dengan suhu 180 celcius
  2. Mix milk, sugar, peanut butter, butter, and eggs sampai gula dan semua bahan tercampur
  3. Masukkan flour, baking powder, and salt ke dalam adonan basah. Mix hingga tercampur rata.
  4. Tuang adonan ke dalam loyang loaf yang sudah diolesi mentega dan dilapisi kertas roti.
Tuang ke dalam loyang loaf

Tuang ke dalam loyang loaf

Adonan dalam loyang

Adonan dalam loyang

5. Oven selama kurang lebih 55 menit dengan api bawah. Gunakan tes tusuk untuk mengetahui apakah adonan sudah matang atau belum.

Fresh from oven

Fresh from oven

Dinginkan di atas rak kawat

Dinginkan di atas rak kawat

Peanut Butter Cake ini teksturnya lembut dan moist banget. Iris sesuai selera setelah cake benar-benar dingin. Jika diiris saat masih panas/hangat cake bisa hancur.

Fluffy and moist

Fluffy and moist

Sliced Peanut Butter Cake

Sliced Peanut Butter Cake

Ready to be served

Ready to be served

Selain dinikmati begitu saja, Peanut Butter Cake juga bisa dinikmati dengan olesan aneka selai dan olesan lainnya. Selamat mencoba.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Made with love for my beloved four stars

On a rainy Saturday, February 21st, 2015

Let Me Introduce Fluffy Sensations

Fluffy Sensations adalah blogku yang kesekian setelah beberapa blog kubuat sebelumnya. Berbeda dengan salah satu blogku yang kuubah berbayar setelah beberapa saat aku menikmati versi gratisnya, Fluffy Sensations dari awal sudah merupakan blog berbayar. Entah mengapa aku begitu antusias dengan blog baru ini sehingga langsung kubeli domainnya. Prosesnya juga cukup singkat, WordPress sudah menyimpan detil pembayaranku via Paypal dari transaksi-transaksiku sebelumnya.

Fluffy Sensations akan berisi segala cerita tentang masak memasak, khususnya cake dan roti, dua hal yang akhir-akhir ini begitu menarik perhatianku. Awalnya aku menulis cerita masak memasak ini di blog pribadiku yang lain dengan kategori “Around The Kitchen”. Tapi kemudian aku memutuskan untuk membuat blog yang terpisah yang khusus berisi tentang masak memasak. Maklum, aku belum punya blog yang spesifik menulis tentang satu tema saja. Selama ini blog yang kumiliki isinya macam-macam.

Nama Fluffy Sensations terlintas saat aku membayangkan cake hasil masakanku yang begitu fluffy, moist, dan enak di lidah. Aku bahkan hampir tak percaya bahwa cake tersebut aku yang membuatnya. Yeah!!!! I did it!!!!

Tagline “Cake me up before you take my bread away” sebenarnya untuk menggambarkan bahwa blog Fluffy Sensations mostly akan berisi tentang cake dan bread dan kisah dibalik pembuatannya. But I want to descript it in funny way. So I write “cake me up” which its sounds like “kick me up”, and I write “before you take my bread away” which its sounds like “before you take my breath away”.

So, here is my blog, Fluffy Sensations, yang akan mencatat perjalananku dalam mempelajari cake, bread, masakan lainnya, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan masak memasak.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Early Monday, February 2nd, 2015