Food Preparation

Setiap keluarga pasti akan memikirkan food preparation agar kebutuhan makan anggota keluarga bisa terpenuhi dengan baik. Selama ini di kami juga demikian. Sebagai working mom dengan empat anak, dan tanpa khadimat, tentu saja urusan pasokan makanan harus dipikirkan dengan cermat dan cerdas agar efisien. Tapi kadang kita menghadapi kenyataan bahwa apa yang sudah kita lakukan itu hasilnya masih belum memuaskan. Disitulah harus mulai dipikirkan untuk improve food preparation kita agar lebih baik.

Mulai deh nyari-nyari referensi bagaimana caranya arrange food preparation yang lebih baik lagi. Banyak dapat referensi dari youtube. Intinya sih akan lebih efisien jika kita udah mempersiapkan bahan-bahan untuk menu harian, dengan sedetil-detilnya. Selama ini yang jadi perhatian hanya bahan utama saja. Jadi kalo misalnya besok mau masak sayur lodeh, ya cuman sayurnya aja yang dipersiapkan, bumbunya dibikin dadakan. Padahal nyiapin bawang merah, bawang putih dan lain-lainnya juga makan waktu.

Food Preparation

Akhirnya sekarang mulai dirubah kebiasaannya. Tiap kali habis belanja, sebelum disimpan dalam deep freezer, sudah harus dibungkusin kecil-kecil untuk seporsi masak. Bumbunya juga demikian, langsung dipersiapkan sekalian, baik dalam bentuk utuh untuk nanti diblender atau dalam bentuk rajangan, kemudian dibekukan. So far beberapa hari ini cara tersebut bisa menghemat waktu.

Satu hal lagi yang pengen dihemat waktunya adalah rutunitas bikin kue. Selama ini perlu waktu antara 15 –  30 menit untuk bikin kue. Sekarang sedang uji coba, bikin kue secara maraton di hari libur, dengan jenis kue yang bermacam-macam, untuk kemudian dibekukan. Jadi nanti kalo kue tersebut mau dibawa ke sekolah untuk bekal, tinggal ngeluarin dari freezer.  Ntar kita lihat beberapa hari kedepan, apakah kue tersebut tetap memiliki cita rasa yang sama dengan versi fresh from the ovennya, ketika dikeluarin dari freezer.

Into the depth

Oya…tadi di atas ada disebut deep freezer. Deep freezer itu nama lain dari chest freezer, freezer bukaan atas yang biasanya digunakan untuk jualan es krim dan frozen food. Aku lebih memilih menggunaka deep freezer untuk food preparation daripada kulkas yang umum dipake orang lain. Ntar deh dijelasin alasannya.

So, let’s wait about a couple of days for that frozen cakes to be tested…

***

Dian Widyaningtyas for Fluffy Sensations

Friday, July 7th, 2017

Advertisements

Mini Donut with Donut Maker

Ini ceritanya oven gas masih dalam keadaan error. Makanya bikin cemilannya dipilih yang tanpa menggunakan oven. Ada sih oven listrik, tapi sejak pake oven gas rasanya oven listrik kurang nendang lagi panasnya. Berasa lamaaaa banget matengnya kalo dipake ngoven kue. Setelah mikir-mikir antara aneka pan, panci kukus, cetakan kue tradisional, donut maker, akhirnya pilihan jatuh pada donut maker. Ini cemilan kesukaan si Bungsu karena bentuknya yang imut-imut.

img_20161129_051429

Bikin donut mini ini gampang banget karena nggak pake adonan roti seperti donut-donut yang biasanya dijual itu. Nggak perlu kneading segala. Tinggal campur jadi satu bahan-bahannya, trus langsung dicetak. Adonan donut mini tampilannya agak encer karena nanti harus bisa dituang ke dalam cetakan donut maker. Hampir mirip adonan untuk waffle ataupun terang bulan. Kalo punya banyak anak, bikin cemilan pun kudu dalam jumlah banyak. Klo enggak, masing-masing anak bakalan dapat jatah sedikit dan pada akhirnya mereka bakalan nggak puas. Nah resep mini donut ini cocok deh karena bias jadi banyak.

Mini Donut Recipe

Ingredient :

  • 1 cup tepung terigu serbaguna (aku pake Segitiga Biru)
  • ½ cup gula pasir
  • 1 sdm baking powder
  • 1 butir telur
  • ½ cup susu
  • ½ sdt vanilla
  • 4 sdm minyak goreng

Directions :

  • Campur semua bahan kering, sisihkan
  • Kocok telur kemudian tambahkan kedalam susu, tambahkan minyak goreng
  • Siapkan donut maker, beri sedikit mentega (di awal saja) untuk menghindari lengket
  • Masukkan bahan cair kedalam bahan kering, aduk menggunakan mixer selama 1 menit.
  • Adonan siap dicetak dengan menggunakan donut maker.

Topping :

Untuk topping terserah selera saja. Demi kepraktisan, aku hanya menggunakan gula halus yang ditabur diatas donut tersebut. Bisa juga dengan menggunakan coklat aneka warna yang dilelehkan trus ditaburi sprinkle diaatasnya.

img_20161129_053642

IMG_20161129_055834.jpg

Yang ada dalam foto tersebut aku bikin tiga resep. Entah berapa batch masuk ke donut maker. Yang jelas jadinya buanyak, nggak sempat ngitungin. Itu pun anak-anak udah bolak-balik clemat-clemut ngambil donutnya. Donut maker ini menggunakan daya 700 watt, jadi cepet banget matengnya. Begitu aku tuang adonan ke dalam cetakan, aku tinggal nyiapin piring buat sarapan anak-anak, pas aku cek kembali eh udah mateng aja tuh donut.

Selamat mencoba. Dengan topping yang menarik pasti anak-anak lebih suka.

***

Dian Widyaningtyas for Fluffy Sensations

Afternoon, at the office, November 29, 2016

 

I’ve Been Away too Long

Yep…surely I can never leave it. I’m just trying to find a way so it doesn’t hurt me so much  when I get back to my online business. This online business always reminds me of belahan jiwa. That’s why it hurts me so much to get back to it.

October 11, 2015…that’s the last time I wrote on this blog. Udah setahun lebih ternyata. We never realized how time flies so fast. And suddenly we’re end up with nothing. Betapa meruginya….

where-did-the-time-go

Memang ya, untuk hobiku yang satu ini, yaitu menulis, sering dikalahkan oleh kegiatan lain yang aku pikir lebih urgent untuk dilakukan. Atau kalau pun sedang tidak sibuk, hobi tersebut lebih sering dikalahkan oleh rasa malas. Padahal materi untuk blog ini banyak, baking jalan terus, tapi ya itu tadi….sok sibuk dan malesnya nggak ketulungan.

And…..untuk menghindari wasting time, end up with nothing, etc…etc….mulai diniatin rajin nulis lagi deh, baik di blog ini yang khusus posting tentang hobi bakingku, maupun di blog-blogku yang lain. Anyway busway….ada yang ngasih wacana untuk menghidupkan kembali bisnis onlineku. Yep…surely I can never leave it. I’m just trying to find a way so it doesn’t hurt me so much  when I get back to my online business. This online business always reminds me of belahan jiwa. That’s why it hurts me so much to get back to it. But I’ll know when I’ll be ready for it.

***

Dian Widyaningtyas for Fluffy Sensations

Sunday afternoon, November 27, 2016

Pict was taken from Google

Cokelat Yang Tak Cokelat

Sepertinya aku mulai dijangkiti syndrom yang aneh. Dan aku tidak menyadari mulai kapan syindrom tersebut menyerangku. Anehnya pula, aku sangat tidak keberatan dengan syndrom tersebut, bahkan ada rasa hm….entahlah tak bisa kuungkap dengan kata-kata saat ini. Lebay ah… Bukan apa-apa, aku tak bisa menemukan istilah yang tepat untuk menggambarkan apa yang kurasakan sedangkan di sisi lain, kenginan untuk nulis tiba-tiba saja membuncah begitu derasnya. Jadi daripada nulisnya terhambat hanya gara-gara mencari istilah yang tepat tadi, mending aku nyerocos eh lanjut nulis aja hehehe.

Aku sedang merada puluhan kilometer dari rumah, tepatnya berada di kampung halaman, untuk menghabiskan weekend bersama anak-anak dan keluarga. Malam tadi anak-anak ngajakin jalan ke pusat belanja yang jaraknya beberapa kilometer dari rumah orang tuaku. Alasan si sulung karena bosan berdiam diri di rumah terus. Anak-anak sudah menentukan tujuannya sedangkan aku sendiri seperti biasa, paling malas kalau disuruh keluar rumah. Akhirnya berangkat juga kami sesuai request anak-anak.
Pusat belanja yang katanya terbesar di kotaku sebenarnya tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan tempat-tempat belanja yang berada di sekitar rumah kami di Sidoarjo. Tapi lumayan juga item yang mereka jual. Ada pusat permainan dan pujasera juga. Jadi ketika mama belanja, anak-anak bisa menghabiskan waktu dengan bermain, sedangkan bapaknya bisa kongkow-kongkow di pujasera.
Aneka Compound Chocolate

Aneka Compound Chocolate

Saat anak-anak memilih cemilan kesukaan mereka, aku langsung menuju ke tempat bahan-bahan kue dan aneka loyang. Inilah yang di awal tulisan tadi kubilang syndrom yang aneh. Tiap kali ke toko, yang kutuju selalu dua hal itu; bahan-bahan kue dan aneka loyang. Just incase ada yang belum kumiliki di rumah. Untuk bahan kue, aku memang nyetok aneka bahan kue sehingga tiap kali aku ingin membuat kue apa saja, bahan-bahannya sudah tersedia di rumah. Loyang pun begitu, karena oven gas di rumah sekarang ukurannya lumayan besar, maka aku lebih bisa dengan leluasa mengalikan resepnya menjadi sekian resep dalam sekali pembuatan. Maka tak heran jika aku rajin mengoleksi aneka loyang.
Di pusat belanja yang kukunjungi tadi malam, aku menemukan compound chocolate aneka warna. Sebenarnya di rumah masih ada beberapa bungkus dengan warna pink, white dan dark chocolate dari merk Colatta. Tapi yang membuatku tertarik adalah warna orange. Aku udah ngebayangin untuk memadukannya dengan stok jeruk lemon di rumah dan menjadikannya sebuah brownies berwarna kuning dan bercita rasa lemon yang segar. Jarang-jarang kan ngelihat brownies berwarna kuning? Karena brownies coklat sudah terlalu mainstream deh hehehehe….
So ditunggu ya penampakan brownies lemonnya di blog ini.
***
Dian Widyaningtyas
For Fluffy Sensations
Sunday Afternoon, October 11th, 2015

Bolu Kukus

Siapa yang tidak mengenal bolu kukus? Tiap kali melihat bolu kukus, ingatanku selalu kembali ke masa kecilku. Waktu itu ibu sesekali memanggil tukang kue yang menawarkan dagangannya dengan berkeliling naik sepeda angin. Ya, ibu hanya sesekali saja memanggilnya dan membiarkan anak-anaknya memilih kue sesuka hati dan itu biasanya pas tanggal muda setelah ayah terima gaji, karena tukang kue tersebut menjual kue dengan harga yang relatif mahal bagi ayah yang waktu itu masih menjadi pegawai berpangkat rendah di sebuah kantor pemerintahan.

Penjualnya sudah tua, postur tubuhnya kecil dan kurus. Dagangannya ditaruh dalam kotak alumunium bercat warna hijau yang bentuknya mirip dandang klakat. “Sumber Rasa” itu yang tertulis di kotak dagangannya. tulisan tersebut berwarna kuning. Tiap kali ibu memanggilnya, aku dan adikku begitu girang dan tak sabar menunggu dia menghentikan sepedanya tepat di depan teras rumah kontrakan kami. Begitu penutup kotak dagangannya dibuka, wow !!! hati kami girang sekali melihat aneka kue yang baunya harum dan menggugah selera. Rasanya aku ingin mengambil semua jenis kue yang dia jual dan memindahkannya ke lemari makan ibu yang terbuat dari kayu jati itu. tapi tentu saja itu tak mungkin aku lakukan. Ibu pasti tidak bisa membayarnya jika kue-kue tersebut kuambil semua. Biasanya aku hanya mengambil lumpia dan bolu kukus. Aku suka sekali makan bolu kukus. Aku suka dengan warnanya yang putih tulang dan senyumnya yang merekah dengan dihiasi aneka warna. Biasanya aku memakannya dengan mencelupkan bolu kukus tersebut ke dalam teh hangat manis.

Ketika aku mulai menyukai dunia perbakingan, membuat bolu kukus dengan sukses adalah salah satu obsesiku. Kata orang bikin bolu kukus tuh gampang-gampang susah. Kelihatannya gampang, tapi kalau pas apes dan kena kutukan, maka bolu kukus tersebut cemberut nggak mau ketawa. Beberapa kali browsing mencari resep bolu kukus yang gampang, akhirnya ketemu resepnya di cookpad.

Resep Bolu Kukus

Bahan :

  • 2 butir telur ayam berukuran besar
  • 150 gram gula pasir
  • 1 sdt emulsifier
  • 1/4 sdt garam halus
  • 1/2 sdt vanili
  • 250 gram tepung terigu protein sedang
  • 200 ml air soda rasa lime

Cara :

  1. Panaskan steamer. Bungkus tutupnya dengan menggunakan serbet makan.
  2. Kocok gula, telur, emulsifier, vanili dan garam dengan menggunakan mixer berkecepatan tinggi.
  3. Masukkan tepung terigu dan air soda bergantian sambil terus dikocok dengan kecepatan tinggi hingga adonan mengembang dan kental.

    kocok sampai kental

    kocok sampai kental

  4. Ambil sedikit adonan untuk toping dan beri warna sesuai selera.

    tambahkan pewarna sesuai selera

    tambahkan pewarna sesuai selera

  5. Sendokkan adonan dengan menggunakan ice cream scoop dan masukkan ke dalam cetakan bolu kukus yang sudah dialasi cup paper. Tuang sedikit adonan yang berwarna dan aduk perlahan di perukaannya saja

    Adonan dalam cetakan

    Adonan dalam cetakan

  6. Masukkan ke dalam steamer. Kukus selama 10-15 menit sampai matang
    Bolu kukus yang sudah matang

    Bolu kukus yang sudah matang

    merekah sempurna

    merekah sempurna

    Cantiknya...

    Cantiknya…

    Percobaan kedua

    Percobaan kedua

    merekah juga dengan sempurna

    merekah juga dengan sempurna

    yummy !

    yummy !

Begitu test pertama alhamdulillah langsung sukses. Test berikutnya juga sukses merekah dengan sempurna. Akhirnya sekarang nggak tertarik untuk beli bolu kukus di luaran. Udah bisa bikin sendiri sih.

***

Dian Widyaningtyas 

For Fluffy Sensations

June 19th, 2015

Kue Lumpur Keju

Hai..hai…hai….jumpa lagi dengan aku, The Amateur Baker hehehe. Sebulan lebih kena virus males ngeblog. Semua blog terbengkelai begitu saja. Padahal banyak sih yang pengen ditulis, banyak yang pengen diceritain. Tapi entah kenapa tangan ini lagi males aja menari-nari diatas keyboard. Jadi kupikir ini bukan gejala writing block soalnya ide nulis ada, bahan tulisan tersedia, tapi ya itu…..males nulis.

Oke langsung aja ya. Kali ini aku pengen eksplore resep-resep tradisional. Hiii…..takut. Apa pasal coba? Resep tradisional tuh susah. Seingatku aku pernah cerita kalau aku beberapa kali gagal mengeksekusi resep tradisional. Makanya ada rasa penasaran plus takut yang collide jadi satu tiap kali lihat resep tradisional. Tapi kalau nurutin takut, kapan aku belajarnya coba? jadi skip dulu deh rasa takutnya. Tarik napas dalam-dalam….lepaskan perlahan. Bismillah, siap tempur deh. Jhiahahahaha…seperti mau perang aja he he he.

Kue Lumpur Keju

Kue Lumpur Keju

Resep Kue Lumpur Keju

Bahannya :

100 gram tepung kentang (Aku pake Knorr mashed potato)

100 gram tepung terigu protein sedang

100 gram gula kastor

100 gram margarin

2 butir telur dikocok

400 cc air panas

200 cc santan kental

3 gram garam halus

250 gram keju cheddar diparut

Cara bikinnya :

  1. Panaskan cetakan kue lumpur diatas kompor dengan menggunakan api kecil
  2. Campur tepung kentang, garam, margarin kedalam mangkok berukuran besar. Tuangkan air panas kedalam campuran tersebut. Aduk perlahan sampai rata.
  3. Masukkan telur yang sudah dikocok dan santan kedalam adonan tersebut. Aduk kembali.
  4. Masukkan tepung terigu dan gula sedikit demi sedikit ke dalam adonan sambil diaduk sampai semua bahan tercampur rata.

    Adonan yang sudah siap

    Adonan yang sudah siap

  5. Olesi sedikit mentega kedalam cetakan lumpur yang sudah mulai panas. Ratakan. Pengolesan mentega ini hanya sekali saja.
  6. Jika cetakan kue lumpur sudah cukup panas, masukkan adonan sampai setinggi 3/4 dari lobang cetakan. Aku biasanya menggunakan ice cream scoop agar ukuran kue lumpurnya sama.

    Adonan dalam cetakan

    Adonan dalam cetakan

  7. Taburi parutan keju diatasnya. Tutup cetakan, masak selama 5-10 menit tergantung efek gosong yang diinginkan.
  8. Cungkil perlahan kue lumpur yang sudah matang menggunakan sendok teh. Dinginkan.
    Kue Lumpur Keju batch pertama

    Kue Lumpur Keju batch pertama

    Kue Lumpur Keju batch kedua

    Kue Lumpur Keju batch kedua

    Kue Lumpur Keju siap dinikmati

    Kue Lumpur Keju siap dinikmati

     

Satu resep  diatas bisa menghasilkan 21 biji Kue Lumpur Keju (tiga kali masukin adonan ke cetakan). Gampang banget kan?! Tekstur Kue Lumpur Keju ini lebih ringan dan lembut. Well….terus terang aku excited banget dengan resep ini. So far sudah tiga kali bikin, dimana salah satunya aku tambahin sedikit durian, dan semua hasilnya memuaskan. Sepertinya resepnya anti gagal deh. Makanya aku excited banget bikinnya. Demi kepraktisan, aku sengaja tidak menggunakan kentang tumbuk. Yuk cobain ya.

***

Dian Widyningtyas for Fluffy Sensations

Always learning to be good baker …

May 19th, 2015

Pandan Cake

Membuat cake dengan menggunakan loyang besar tuh kadang bikin harap-harap cemas saat menunggu cakenya matang. Kenapa bisa begitu? Soalnya ada rasa was-was jangan-jangan cakenya bantat, atau cakenya amblas sesaat setelah dikeluarkan dari oven, dan bayangan-bayangan kegagalan lainnya. Modal telur dan margarinnya lumayan banyak. Makanya sayang banget kan kalau cakenya sampai gagal. Tapi kalau kita takut gagal,  kapan bisa belajar dong dong?

Beberapa waktu lalu aku belajar bikin Pandan Cake. Pandan sudah sangat akrab dengan kehidupan kita. Aromanya yang wangi sering dihadirkan dalam jajaran kuliner tradisional kita. Daunnya pun sering dimanfaatkan untuk pembungkus kue-kue tradisional. Atau sekedar dirajang halus dan ditempatkan pada sebuah mangkok agar wangi pandannya menguar mengharumkan seluruh ruangan. Pandan biasanya selalu perdampingan dengan daun suji yang akan memberikan warna hijau yang cantik pada makanan. Jadi daun pandan dimanfaatkan harumnya, dan daun suji dimanfaatkan untuk pewarna alaminya. Tapi untuk resep Pandan Cake yang kubuat ini, aku memakai pasta pandan yang dijual di supermarket. Alasannya sih karena mencari gampangnya saja.

Pandan Cake

Pandan Cake

Pandan Cake Recipe

Ingredients :

110 gram gula pasir

2 butir kuning telur

4 butir telur

1 tsp SP

1 tsp garam halus

100 gram tepung terigu protein sedang

1 tsp baking powder

10 gram susu bubuk

15 gram tepung maizena

75 gram margarin dilelehkan

1 tbsp pasta pandan

Instructions : 

  1. Olesi loyang tulban dengan margarin dan taburi dengan tepung terigu. Panaskan oven dengan suhu 180 derajat celcius dengan api bawah.
  2. Kocok gula, telur, SP, dan garam dengan mixer kecepatan tinggi sampai kental dan berwarna putih pucat.

    Kocok adonan sampai kental

    Kocok adonan sampai kental

  3. Pada mangkok lain campur tepung terigu, tepung maizena, baking powder, dan susu buku. Aduk perlahan agar tercampur rata.
  4. Turunkan kecepatan mixer, masukkan campuran tepung sedikit demi sedikit ke dalam adonan telur. Aduk sampai rata.
  5. Matikan mixer, tuangkan lelehan mrgarin ke dalam adonan. Aduk dengan menggunakan spatula.
  6. Tuangkan pasta pandan, kemudian aduk lagi.
  7. Tuang adonan yang sudah jadi ke dalam loyang tulban, kemudian oven selama 40-45 menit hingga matang. Lakukan test tusuk dengan menggunakan lidi untuk memastikan cakenya sudah matang atau belum.
  8. Tunggu sekitar 5 menit, keluarkan cake dari loyang, letakkan diatas rak kawat sampe dingin. Iris sesuai selera.
    Fresh from the oven

    Fresh from the oven

    Pandan cake siap disajikan

    Pandan cake siap disajikan

Tidak seperti Ciffon Cake yang mengembang, Pandan cake ini teksturnya cenderung agak padat tapi tetap lembut. Resepnya simple dan bahan-bahannya juga gampang didapat. Bikin yuk buat keluarga tercinta.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

In the middle of lazy Monday, March 22nd, 2015

Healthy Carrot Muffin

Hari Rabu besok anak-anak yang SMP mau ada kegiatan business day di sekolah. Sudah sejak seminggu yang lalu mereka menginformasikan hal tersebut ke aku. Mereka sudah bertanya-tanya mau jualan apa mereka nanti. Aku juga bingung mau jualan apa yang simple dan nggak bikin repot. Berbagai bahan terlintas di kepala; coklat bubuk, dark cooking chocolate, choco chip, apel, gula palem, kacang sangrai tumbuk kasar, almond iris, susu, telur, hm…..bingung mau bikin apa. Tadi malam waktu buka-buka kulkas, mataku langsung terpaku ke wortel impor yang kusimpan di tempat sayur. A..ha…aku mau bikin sesuatu yang berbahan wortel.

Yang terlintas di kepala sih muffin. Khan emang sedang memperdalam segala sesuatu yang berkaitan dengan muffin. So malam tadi aku coba bikin muffin berbahan wortel. Agak ragu juga sih pas ngebayangin wortel yang notabene dimanfaatkan untuk bikin sayur, atau dimanfaatkan untuk bahan cemilan yang gurih semisal ote-ote, sekarang harus berpadu manis dengan bahan-bahan kue. Aneh nggak sih ntar rasanya? Tapi aku pernah makan Carrot Cake dan rasanya bisa kok berbaur manis dengan bahan-bahan kue yang lain. So, yakin aja deh bakalan nggak aneh rasanya.

Healthy carrot muffin

Healthy carrot muffin

Healthy Carrot Muffin Recipe

Ingredients :

200 gram all purpose flour

100 gram gula pasir

1 sdm baking powder

1 sdt vanili

100 gram wortel diparut kasar (aku menggunakan parutan keju)

1 butir telur

100 ml susu cair

100 ml minyak

Castor sugar untuk taburan

Instructions :

  1. Panaskan oven pada suhu 200 derajat celsius dengan menggunakan api bawah.
  2. Campur tepung, gula, baking powder, dan vanili ke dalam mangkok, aduk rata.
  3. Kocok telur pada mangkok lain, tambahkan susu cair dan minyak ke dalam kocokan telur tersebut.
  4. Masukkan parutan wortel ke dalam campuran tepung
  5. Masukkan kocokan telur ke dalam campuran tepung, aduk perlahan sampai semua bahan tercampur rata.
  6. Cetak ke dalam muffin tin.

    Carrot muffin siap dioven

    Carrot muffin siap dioven

  7. Oven selama 30 menit sampai matang.
  8. Tunggu lima menit sampai muffin dingin dan bisa dikelaurkan dari cetakan. Letakkan di atas rak kawat.

    carrot muffin  fresh from the oven

    carrot muffin fresh from the oven

  9. Taburi dengan gula kastor saat disajikan.

    Carrot muffin with castor sugar

    Carrot muffin with castor sugar

Aku nggak mengira ternyata rasanya enak loh. Anak-anak yang biasanya nggak begitu suka sayur dan awalnya mengernyitkan jidat waktu tahu aku mau bikin muffin berbahan wortel, nggak nolak kok dengan Carrot Muffin ini. Rasa wortelnya nggak dominan, manisnya juga udah pas, nggak kemanisan. Oke deh, bismillah, siap dilaunching di business day hari Rabu besok. Semoga temannya anak-anak pada suka dengan muffin sehat ini. Cobain yuk.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

After lunch time at my office, Tuesday 17th, 2015

Double Apple Muffin

Eit…..jangan bilang muffin lagi muffin lagi dong. Hm….gimana ya menjelaskannya? Muffin itu resepnya simpel, gampang pula dimodifikasi sesuka hati, dan so pasti murah. Sebagai penghobi baking level pemula, baru resep muffin yang berani kumodifikasi sesuai keinginanku. Kalau resep yang lainnya belum PD deh. Aku masih ingin memperdalam dan ngoprek resep muffin. Idih….nggak kebayang, aku yang dulu hobi ngoprek gadget sekarang hobi ngoprek resep. Mungkin kepalaku pernah kejedot apa gitu, makanya sekarang jadi berubah hehehehe.

Setelah beberapa waktu lalu aku bikin Apple Struddel Muffin, sekarang aku bikin Double Apple Muffin. Resep muffin kali ini menggunakan metode butter type cake. Salah satu ciri khasnya adalah pemakaian margarin dalam jumlah yang lumayan banyak. Resep ini juga perlu pengocokan dengan menggunakan mixer dalam waktu yang lumayan lama sampai adonan lembut. Tekstur muffin yang dihasilkan dengan metode ini lebih lembut dibanding dua metode yang lain.

Double apple muffin

Double apple muffin

Double Apple Muffin Recipe

Ingredients :

150 gram margarin

50 gram palm suiker

25 gram white sugar

2 eggs

220 gram all purpose flour

1/2 tbls baking powder

1/4 tsp salt

50 ml sari apel

100 gram apel parut

Instructions :

  1. Kocok margarin, palm suiker, dan gula pasir sekitar 7 menit sampai adonan lembut. Sementara itu panaskan oven dengan suhu 190 derajat celcius.
  2. Masukkan telur satu per satu bergantian dengan campuran tepung terigu dan baking powder.
  3. Masukkan sari apel, aduk rata.
  4. Masukkan apel parut, aduk sampai rata.
    Apel parut kasar

    Apel parut kasar

    Adonan double apple muffin siap dicetak

    Adonan double apple muffin siap dicetak

  5. Tuang dalam cetakan muffin

    Double apple muffin sudah masuk cetakan

    Double apple muffin sudah masuk cetakan

  6. Oven selama kurang lebih 30 menit sampai matang. Gunakan test tusuk dengan lidi.
    Double apple muffin fresh from the oven

    Double apple muffin fresh from the oven

    So browny...

    So browny…

Apakah ada yang tahu kenapa resep ini diberi nama Double Apple Muffin? Coba perhatikan lagi bahan-bahannya. Resep ini memerlukan dua apel dengan bentuk yang berbeda, yang pertama apel yang diparut kasar, dan yang kedua sari apel. So, dari situlah nama Double Apple Muffin berasal. Bagaimana? Tertarik untuk nyobain resepnya? Gampang kok. Cobain ya..

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Monday, on a rainy night, March 16th, 2015

Steamed Coconut Milk Cake

Bahasa Indonesianya sih Bolu Kukus Santan. Sengaja dikasih judul dalam bahasa Inggris karena yang baca blogku selain dari Indonesia juga dari manca negara. Metode pengukusan tentunya sesuatu yang asing bagi mereka. Sedangkan di Indonesia, pembuatan kue dengan metode pengukusan sudah sangat lazim. Sebut saja Roti Kukus, Kue Lapis, Proll Tawar, Proll Tape dan sebagainya. Bisa dibilang generasi diatasku lebih familiar dengan metode ini dibanding metode oven. Misalnya untuk resep Macaroni Schotel, ibuku lebih memilih dikukus sedangkan aku lebih suka dioven.

Back to topic, Bolu Kukus Santan ini kubikin hari Kamis tanggal 5 Maret 2015. Jadi ini adalah Late Post. Maklum saja, kadang nggak ada waktu buat sekedar nulis di blog, padahal bahan tulisan sudah ada. Resepnya dapat nyontek dari majalah tanpa ada yang dikurangi atau ditambahi. Nggak PD mau berimprovisasi, takut bantat hehehehe. Bukannya apa-apa, modal telurnya lumayan banyak, makanya sayang banget khan kalau gagal, apalagi kalau sampai panggil-panggil si Gatot alias gagal total.

Bolu kukus santan

Bolu kukus santan

Resep Bolu Kukus Santan

Bahan-bahan :

4 kuning telur

2 putih telur

175 gram gula pasir

1 sdt sp/tbm

130 gram terigu serbaguna

110 ml santan kental

1/4 sdt garam halus

1/4 sdt pasta vanila

Pewarna sesuai selera

1/8 sdt pasta cokelat

Cara Membuat :

  1. Kocok telur, gula pasir, dan sp/tbm sampai mengembang.
  2. Masukkan tepung terigu sambil diayak dan dikocok perlahan.
  3. Masukkan santan, garam, dan pasta vanila sedikit demi sedikit sambil diaduk perlahan.
  4. Bagi adonan menjadi 4 bagian. 1 bagian biarkan tetap putih, 1 bagian ditambah dengan pasta coklat, dan yang dua bagian beri pewarna sesuai selera masing-masing 3 tetes pewarna.
  5. Tuang bergantian ke dalam loyang tulban yang sudah dioles minyak tipis-tipis. Idealnya resep ini untuk loyang tulban berukuran 20 cm.

    Adonan siap dikukus

    Adonan siap dikukus

  6. Kukus dengan api sedang selama kurang lebih 20 menit sampai matang.
  7. Jangan lupa untuk membalut tutup steamer dengan serbet bersih agar cairan uap air tidak menetes kebawah dan mengenai adonan yang sedang dikukus.
    Bolu kukus santan fresh from the oven

    Bolu kukus santan fresh from the oven

    Pieces of cakes

    Pieces of cakes

    So flufffy and colorfull

    So flufffy and colorful

Kunci sukses dari Bolu Kukus Santan ini adalah pengocokan dengan menggunakan kecepatan tinggi hingga campuran gula, telur dan emulsifier mengembang dan kental berjejak. Penambahan santan pada adonan menjadikan bolu ini lembut dan moist sehingga nggak “seret” ketika dimakan. Mudah bukan?! Selamat mencoba.

***

Dian Widyaningtyas

For Fluffy Sensations

Almost midnight, Wednesday, March 11th, 2015